Minggu, 06 Januari 2013

PENGERTIAN SISTEM BASIS DATA




PENGERTIAN SISTEM BASIS DATA


Basis : gudang/markas/tempat berkumpul/tempat bersarang


Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu obyek (manusia, benda, kejadian, dll) yang disimpan dalam bentuk teks, angka, gambar, bunyi, simbol, atau kombinasinya


Basis data : kumpulan data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga kelak dapat dimanfaatkan sedemikian rupa dan disimpan dalam media penyimpan elektronik


Sistem Basis Data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan.









KOMPONEN SISTEM BASIS DATA



Komponen-komponen utama penyusun sistem basis data adalah :

Ø  Perangkat keras
Berupa komputer dan bagian-bagian didalamnya, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.
Ø  Sistem operasi
Seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat-perangkat keras dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak.
Ø  Basis data
 `                         Sebuah DBMS dapat memiliki beberapa basisdata, setiap basisdata dapat berisi sejumlah obyek basisdata (file,tabel,indeks dsb). Disamping berisi data,setiap basisdata juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basisdata maupun obyek-obyeknya secara detail).
Ø  Perangkat Lunak Sistem Pengelola Basis Data (DBMS)
Perangkat lunak ini terdiri dari sistem operasi dan perangkat lunak/program pengelola basisdata. Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi,disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dsb.
Ø  Pemakai (Programmer, User mahir, user umum, user khusus)
§  Pengguna akhir / end user.
Dapat dibagi menjadi 2 :
§  Pengguna aplikasi : adalah orang  yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.
§  Pengguna interaktif : adalah orang yg dpt memberikan perintah-perintah pada antar muka basisdata, misalnya SELECT, INSERT dsb.

§  Pemrogram aplikasi
     adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basisdata.

§  Administrator database / DBS (database administrator)
    adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan basisdata.

TUJUAN SISTEM BASIS DATA


Kecepatan & kemudahan (speed)
Dgn memanfaatkan basis data, memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/ manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut secara lebih cepat & mudah.
Efisiensi ruang penyimpanan (space)
Karena keterkaitan yang erat antara kelompok data dalam sebuah basisdata,maka redundansi (pengulangan) pasti akan selalu ada, sehingga akan memperbesar ruang penyimpanan. Dengan basisdata, efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
Keakuratan (accuracy)
Pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint), dmain data, keunikan data, dsb, yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data.
Ketersediaan (availability)
Dengan pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada di suatu lokasi/cabang dapat juga diakses (tersedia/available) bagi lokasi/cabang lain.
Kelengkapan (completeness)
Kelengkapan data yang disimpan dalam sebuah database bersifat relatif, bisa jadi saat ini dianggap sudah lengkap, tetapi belum tentu pada suatu saat dianggap lengkap. Untuk mengakomodasi kelengkapan data, seperti
Keamanan (security)
aspek keamanan dapat diterapkan dengan ketat, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai basis data serta obyek-obyek didalamnya ,serta jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
Kebersamaan pemakaian (sharability)
Basis data yang dikelola dengan aplikasi multi user dapat memenuhi kebutuhan ini.





KELEBIHAN SISTEM BASIS DATA



Kepraktisan. DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun
banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas.


Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.


Mengurangi kejemuan. Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi
manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.

Update to date. Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.

















KEUNTUNGAN SISTEM BASIS DATA


Pemusatan kontrol data.
Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu orang atau kelkompok dapat
menjamin terpeliharanya standar kualitas data dan keamanan batas penggunaannya serta dapat
menetralkan konflik yang terjadi dalam persyaratan data dan integritas data dapat terjaga.

Pemakaian data bersama (Shared Data).
Informasi yang ada dalam basis data dapat digunakan
lebih efektif dengan pemakaian beberapa user dengan kontrol data yang terjaga.

Data yang bebas (independent).
Program aplikasi terpisah dengan data yang disimpan dalam
komputer.

Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.

Pemakaian secara langsung.
DBMS menyediakan interface yang memudahkan pengguna dalam
mengolah data.

Data yang berlebihan dapat dikontrol.
Data yang dimasukkan dapat terjadi kerangkapan
(redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk menurunkan tingkat redudancy dan pengelolaan
proses pembaruan data.

Pandangan user (user view).
Ada kemungkinan basis data yang diakses adalah sama, maka
DBMS mampu mengatur interface yang berbeda dan disesuaikan dengan pemahaman tiap user
terhadap basis data menurut kebutuhan.






KELEMAHAN SISTEM BASIS DATA




Biaya.
Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia yang mengelola basis data tersebut.


Sangat kompleks.
 Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.


Resiko data yang terpusat.
Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data
 selama proses aplikasi.

















PENYUSUNAN SISTEM BASIS DATA



Sistem basis data merupakan lingkup terbesar dalam organisasi data. Sistem basis data mencakup semua bentuk komponen data yang ada dalam suatu sistem. Sedangkan basis data merupakan komponen utama yang menyusun sistem basis data

Keterangan :

Sistem Basis Data
Basis Data
File
Record
Field
byte
Bit
Bit,merupakan sistem angka biner yang terdiri atas angka 0 dan 1


Byte, merupakan bagian terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf, ataupun karakter khusus yang membentuk suatu item data / field. 1 Byte digunakan untuk mengkodekan 1 karakter


Data item (field),merepresentasikan suatu atribut dari suatu record yang menunjukkan suatu item dari data, misalnya nama, alamat. Kumpulan dari field membentuk suatu record


Record, menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file.


File, terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis


Basis data, sekumpulan dari berbagai macam tipe record yang mempunyai hubungan terhadap suatu objek tertentu


Sistem basis data, merupakan sekumpulan basis data, yang tersusun dari beberapa file Sistem basis data basis data File Record Data item Byte Bit





TIPE FILE DALAM BASIS DATA


a.    File induk (master file)
§ Ada 2 file induk :
o  • File induk acuan (reference master file)
§Recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya
Contoh : file daftar gaji, matakuliah
§File induk dinamik (dynamic master file)
Nilai dari recordnya sering berubah atau diupdate sebagai hasil suatu transaksi
Contoh : file stok barang

b.    File transaksi (Transaction file)
§ Disebut juga file input. Digunakan untuk merekam data hasil transaksi
§  Contoh file penjualan barang

c.    File laporan (report file)
§  Disebut juga file output. Berisi informasi sementara yang akan ditampilkan sebagai laporan

d.    File sejarah (history file)
§ Disebut juga file arsip (archieval file).
§ Merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidk aktif lagi, tapi masih disimpan sebagai arsip

e.    File pelindung (bacup file)
§ Merupakan salinan dari file-file yang masih aktf di dalam basis data pada saat tertentu
§ Digunakan sebagai cadangan apabila file basis data yang aktf mengalami kerusakan atau hilang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar