Minggu, 06 Januari 2013

Sistem Komunikasi Data Teknologi Jaringan Komputer



SISTEM KOMUNIKASI DATA                                                              N
Kebutuhan manusia terhadap informasi baik secara individu ataupun di sebuah lingkungan organisasi terus meningkat. Informasi yang lengkap dan akurat memberikan pengetahuan untuk memecahkan berbagai macam masalah yang dihadapi. Pada saat ini anda dapat mengakses informasi mengenai saldo tabungan tanpa harus datang langsung pergi ke bank, anda dapat melihat jadwal kuliah dan nilai mata kuliah dimanapun anda berada tanpa harus datang ke kampus. Informasi yang akurat merupakan faktor yang menentukan bagi terciptanya keunggulan bersaing dari organisasi bisnis dalam menghadapi persaingan yang semakin hiperkompetitif. Bagaimana seorang resepsionis hotel bintang lima dapat mengetahui secara pasti terhadap kebutuhan dan kebiasaan para pelanggannya ketika menginap seperti, ketidaksenangan menggunakan bantal bulu, jenis koran yang biasa di baca, dan lain sebagainya? Bagaimana penggunaan anjungan tunai mandiri memberikan kemudahan anda untuk menarik uang, mentransfer uang, melalukan pembayaran tagihan dan lain-lain?
Semua hal tersebut dapat terlaksana karena ditujang dengan keberadaan teknologi komunikasi yang mampu menfasilitasinya. Teknologi komunikasi memungkinkan pengiriman data dari satu tempat ke tempat lainnya, adapun pentinya pengiriman data dari satu tempat ke tempat lain dikarenakan:
1.      Transaksi yang terjadi  berbeda lokasi dengan tempat pengolahan datanya,
2.      Kadang-kadang lebih efesien atau lebih murah untuk mengirim data dengan menggunakan teknologi informasi dibandingkan dengan cara terdahulu.
3.      Suatu  organisasi memiliki berberapa pengolahan data, ada kalanya satu pengolahan data berada dalam status sibuk maka data dibagi ke pengolahan data lainnya.
4.      Alat-alat yang mahal seperti halnya alat pencetak grafik, printer berkecepatan tinggi, cukup satu lokasi saja sehingga akan lebih hemat.
Pengiriman data dengan menggunakan komputer dildakukan dengan menggunakan sistem transmisi elektronik, biasanya disebut dengan istilah komunikasi data (data communication). Adapun kegiatan pengiriman data ini biasanya digunakan lebih dari dua alat komunikasi yang terhubung. Seperti dicontohkan pada seorang resepsionis yang mengetahui informasi mengenai para tamu hotel didapatkan dari data yang dimiliki, dan terkadang hotel tersebut memiliki jaringan di beberapa kota. Akan tetapi walaupun tamu tersebut selama ini  menginap di hotel yang berlokasi di kota Bandung, namun fihak hotel bisa memberikan perlakuan yang sama sesuai yang diinginkan berdasarkan basis data konsumen yang terintegrasi dari jaringan hotel tersebut. Selanjutnya seorang nasabah bank dapat menggunakan anjungan tunai mandiri untuk melakukan pembayaran tagihan listrik, transfer uang ke nasabah di bank lain karena adanya pengiriman data yang terintegrasi dari fihak-fihak tersebut.

Transmisi data
Proses pengiriman data dari sumber ke penerima data
Transmisi Data

Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari sumber ke penerima data dengan menggunakan komputer ataupun media elektronik lainnya. Dimana sumber sebagai awal proses transmisi  dengan menggunakan media transmisi yang dapat berupa kabel, dan radiasi elektronik kepada alat elektronik lain yang berfungsi sebagai penerima.
SUMBER
MEDIA
TRANSMISI
PENERIMA
Gambar Proses Pengiriman Data
Media transmisi ini berfungsi sebagai jalur transmisi dari data yang dikirimkan. Terkait media transmisi yang tersedia saat ini adalah dengan menggunakan media kabel, dan radiasi elektromagnetik.

Tipe Channel Transmisi

Channel transmisi memiliki tiga tipe yaitu transmisi satu arah, transmisi dua arah bergantian, dan transmisi dua arah serentak. Tipe transmisi satu arah (one way transmision) adalah arah channel pengiriman transmisi hanya satu arah dimana sumber berfungsi sebagai hanya sebagai pengirim transmisi saja kepada penerima begitu juga alat penerima hanya memiliki satu fungsi. Contoh dari tipe pengiriman transmisi satu arah ini seperti pada transmisi siaran radio dan televisi.
Tipe transmisi dua arah bergantian (Either Way Transmision) merupakan channel transmisi dapat mengalir dalam dua arah, namun aliran transmisi ini harus dilakukan secara bergantian. Contohnya adalah penggunaan radio CB walkie talkie dimana kegiatan berbicara dan mendengarkan harus dilakukan secara bergantian.
Tipe dua arah serentak (both way transmision) pada tipe channel transmisi ini arah informasi data dapat mengalir dalam dua arah sekaligus, dengan kata lain channel transmisi dapat mengirim dan menerima pada saat bersamaan. Contohnya adalah penggunaan telepon dimana seseorang dapat berbicara sekaligus mendengarkan.

Kecepatan Transmisi Data

Berdasarkan kecepatan transmisi data dalam LAN dapat dibedakan dalam tiga kategori kecepatan seperti  berikut ini:
1.      High Speed Network
Kapasitas transmisi data lebih besar dari 20 MBps (Mega Bit per second) yang biasanya diterapkan dalam LAN untuk mainframe komputer besar. Contohnya loosely coupled network (control data corporation) dan hyperchannel (Network system coorporation).
2.      Medium Speed Network
Kapasitas transmisi data 1MBps sampai dengan 20 MBps (Mega Bit per second) yang biasanya diterapkan dalam LAN untuk mainframe komputer kecil atau mikrokomputer. Contohnya Ethernet, ARC net, local net dan cable net.
3.      Low Speed PC Network
Kapasitas transmisi data lebih kecil dari 1 MBps (Mega Bit per second) yang biasanya diterapkan dalam personal computer (PC). Contohnya apple talk dan apple macintosh.

MEDIA TRANSMISI DATA                                                       N

Media Kabel

Penggunaan  kabel sebagai media transmisi ketika jarak sumber dan penerima tidak terlalu jauh, untuk itu maka biasanya penggunaan kabel hanya untuk area lokal saja. Terdapat tiga jenis kabel yang digunakan untuk media transmisi pertama kabel tembaga yang biasa digunakan untuk telepon, coaxial cable, dan fiber optic cable.
Coaxial Cable
Coaxial cable adalah kabel yang dibungkus dengan metal lembek, kabel ini memiliki tingkat transmisi data yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel biasa, namun harganya relatief lebih mahal dibandingkan kabel biasa.
Fiber Optic Cable
Fiber optic cable adalah jenis kabel yang terbuat dari serabut kaca (optical fibers) yang tipis dengan diameter sebesar rambut manusia. Fiber optic cable memiliki tingkat kecepatan pengiriman data sepuluh kali lipat lebih besar dari coaxial cable.

Media Radiasi Elektromagnetik

Bila sumber data dan penerima berada dalam jarak yang jauh, media transmisi menggunakan media radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka, yang dapat berupa gelombang mikro (microwave), sistem satelit dan sistem laser.

Microwave

Microwave merupakan gelombang radio frekwensi tinggi yang dipancarkan dari sebuah pemancar ke pemancar lainnya. Microwave merupakan gelombang yang tidak boleh terhalang (line of sight)  oleh bangunan, bukit, dan gunung. Cakupan wilayah yang dapat dijangkau oleh microwave adalah sebesar 30 sampai dengan 50 kilometer, untuk itu diperlukan stasiun-stasiun relay untuk  memperkuat sinyal diantara sumber sampai dengan penerima sinyal.

Satellite System

Keterbatasan microwave yang tidak boleh terhalang dan cakupan yang tidak begitu luas. Maka stasiun pemancar microwave di bumi pada lokasi satu memancarkan sinyalnya ke satellite di luar angkasa, yang berfungsi sebagai  stasiun relay, untuk kemudian mengirimkannya kembali ke stasiun microwave di bumi pada lokasi lainnya yang ingin dituju. Karena walaupun tidak mampu menembus gedung, bukit dan gunung namun gelombang mikro mampu merambat di ruang hampa udara. Pada saat ini untuk menjangkau keseluruhan permukaan bumi dibutuhkan tiga buah satellite.

Sistem Laser

Teknologi sinar laser saat ini sudah digunakan namun dibutuhkan banyak pengembangan, akan tetapi di masa yang akan datang para ahli teknologi informasi meramalkan penggunaan sinar laser akan lebih optimal daripada media transmisi yang ada sekarang ini. Melalui penggunaan sinar laser maka akan mengurangi pengeluaran untuk biaya transmisi.
Network
Jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer
NETWORK                                                                                  N
Network menurut Jogiyanto adalah jaringan dari system komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat komunikasi membentuk suatu sistem. Melalui network, computer dapat mengakses data dari computer lainnya, dapat mengirim data walaupun berbeda lokasi. Melalui network dapat mempermudah penyaluran arus informasi dari satu area ke area lainnya, dengan kata lain dapat mengintegrasikan system informasi dalam sebuah perusahaan yang terbagi dalam beberapa lokasi. Dengan semakin murahnya komputer mikro dan alat-alat input/output lainnya, maka DPP network banyak diterapkan.
Network berbeda dengan DDP (Distributed Data Processing), network merupakan konsep dari jaringan sistem komunikasi data. Network dapat hanya melibatkan satu komputer saja dengan terminal di lokasi yang berbeda atau melibatkan lebih dari satu komputer di lokasi yang berbeda. Sedangkan DPP merupakan sala satu bentuk sistem komunikasi data yang melibatkan dua atau lebih sistem komputer independen yang dapat berhubungan. Network dapat berupa off-line communication system, remote job entry system, realtime system, time sharing system ataupun DPP system.
a.        Off-line communication system, merupakan penerapan sistem komunikasi yang tidak tersambung/ terkoneksi ke dalam internet atau world wide web (www). Pada sistem ini sistem komunikasi data yang sederhana, dimana data yang ditransmisikan tidak langsung diproses oleh CPU penerima.
b.      Remote job entry system, termasuk sistem komunikasi data yang berbentuk on line communication. Proses mengirim data (pekerjaan) ke dalam sebuah mainframe komputer (komputer pusat) oleh komputer biasa yang lokasinya berjauhan, data yang dikirimkan ke komputer pusat dari komputer biasa tersebut adalah untuk dilakukan pengolahan. Hasil pengolahannya tidak dapat langsung tersaji karena komputer pusat mengolah sekumpulan data dari komputer lainnya. Cara untuk melakukan koneksivitas adalah dengan menggunakan model dan LAN (Local Area Network).
c.       Realtime system, adalah suatu sistem yang memungkinkan untuk mengirimkan data ke komputer pusat untuk diolah di pusat komputer untuk kemudian dikirimkan kembali hasil pengolahannya ke komputer pengirimnya.
d.      Time Sharing System, memungkinkan beberapa pemakai komputer (multi user) bersama-sama menggunakan komputer dan komputer akan membagi waktunya bergantian untuk tiap-tiap pemakai. Pada sistem ini biasanya melibatkan komputer pusat yang terhubung dengan banyak terminal. Sedangkan komputer yang menjadi terminal tersebut dengan client dan sistem jaringan ini disebut dengan client server system.

Komponen Network

Link
Channel atau jalur transmisi atau carrier untuk membawa arus informasi atau data diantara node
Node
Titik yang dapat menerima input data ke dalam network atau menghasilkan output informasi atau bahkan keduanya
Komponen dari sebuah network adalah node dan link, node adalah titik yang dapat menerima input data ke dalam network atau menghasilkan output informasi atau bahkan keduanya. Node dapat berupa dapat berbentuk mikro komputer, komputer mainframe raksasa (node pusat/komputer pusat), modem, multiplexer printer atau alat cetak lainnya. Sedangkan link adalah channel atau jalur transmisi atau carrier untuk membawa arus informasi atau data diantara node. Link dapat berbentuk kabel, microwave system, laser system atau satelite system. Network yang masing-masing terletak di lokasi yang berjauhan satu dengan yang lainnya menggunakan link  berupa jalur transmisi jarak jauh disebut dengan menggunakan microwave system, laser system atau satelite system WAN (Wide Area Network). Sedangkan network dengan node yang terpisah dalam jarak yang tidak terlalu jauh menggunakan jalur transmisi dengan menggunakan kabel saja.

TOPOLOGI NETWORK                                                             N
Topologi network berdasarkan kepada kedudukan node dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu network yang memiliki central node seperti star dan hierarchical tree, sedangkan networ yang memiliki node sederajat adalah loop, bus, rings, dan web.

Star Network

Pada topologi star terdapat node pusat (central node atau host node) yang menjadi pengatur komunikasi dalam suatu sistem jaringan. Arus komunikasi dari setiap node harus melalui node pusat, ketika node satu ingin berinteraksi dengan node lain harus melalui node pusat. Node pusat ini biasanya berupa komputer besar atau mainframe yang node lain yang berupa terminal atau komputer mikro yang dihubungan melalui link.

Gambar Star Network

Hierarchical Tree Network

Hierarchical Tree Network merupakan sistem jaringan yang memiliki cabang berjenjang. Dimana jenjang tertinggi adalah komputer besar atau mainframe komputer yang bertugas mengkoordinasi dan mengendalikan jenjang yang ada di bawahnya. Komputer yang berada pada jenjang lebih atas memiliki akses informasi kepada jenjang yang lebih rendah, dan ketika komputer di jenjang tertentu mengalami permasalahan maka akan menyebabkan komputer yang berada di bawah koordinasinya akan mengalami permasalahan juga. Namun efek permasalahan tersebut tidak mempengaruhi kepada jenjang yang bukan berada di bawah koordinasinya dan juga tidak mempengaruhi jenjang yang ada di atasanya.



Gambar Hierarchical Tree Network

Loop Network

Jika star dan hierarchical tree network memiliki node pusat maka pada network berbentuk loop semua node setara atau dalam bahasa teknologi informasi peer to peer. Bahkan sistem jaringannya atau hubungan dari setiap node tersebut dihubungan secara seri dalam bentuk tertutup. Jika salah satu node mengalami kerusasakan maka akan mempengaruhi sistem jaringan secara keseluruhan, selain itu ketika akan ditambahkan node baru maka jaringan harus dimatikan terlebih dahulu. 
Gambar Loop Network

Bus Network

Bus network samahalnya seperti loop dimana dalam sistem jaringan ini semua node berada dalam tingkatan sederajat atau tidak memiliki node pusat. Perbedaannya bus network memiliki sistem jaringan terbuka, dan masing-masing node dapat melakukan tugas yang berbeda. Perbedaan lainnya adalah ketika node lain mengalami permasalahan tidak akan mempengaruhi sistem secara keseluruhan, selain itu untuk menambahkan node baru tidak harus mematikan sistem secara keseluruhan.

















Gambar Bus Network

Ring Network

Ring Network adalah gabungan dari sistem jaringan loop dan bus network. Topologi ring memiliki keiistimewaan seperti halnya bus network dimana ketika salah satu node mengalami permasalahan maka tidak akan mempengaruhi node lainnya, kondisi tersebut dikarenakan terpisah dari jalur data. Berbeda dengan loop dimana setiap node berada dalam aliran jalur data sehingga ketika salah satu node bermasalah maka aliran jalur data menjadi terhenti.


Gambar Ring Network

Web Network

Web network sering juga disebut mesh network, plex network atau campaletely connected network, yang merupakan topologi yang masing-masing node dapat berhubungan dengan node lain melalui beberapa link. Keberadaan lebih dari satu link ini memungkinkan peningkatan kelancaran dari masing-masing node untuk berhubungan. Adapun untuk menentukan jumlah link maksimal dari masing-masing node dapat diketahui dengan penerapan persamaan matematis (n × (n-1)) / 2.

Gambar Web Network

Meta Network

Meta network atau sering dinamakan juga hybrid network merupakan penerapan jaringan yang menggunakan beberapa topologi network. Pada pelaksanaannya dalam sebuah organisasi bisnis meta network ini sering diterapkan, karena pada dasarnya perusahaan menerapkan beberapa topologi untuk memenuhi kebutuhan akan komunikasi data. Penerapan beberapa topologi ini didasarkan kepada peningkatan efesiensi, pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan dalam membentuk sistem jaringan, sentralisasi data dan lain sebagainya.

Gambar Meta Network
Pada gambar meta network disini menggunakan lima jenis topologi yaitu hirarchical tree network, bus network, loop network, star network dan ring network. Penggunaan network ini jelas disesuaikan dengan kebutuhan keberadaan jaringan komputer di setiap devisi kerja di suatu perusahaan.

Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Networ


Topologi
Kelebihan
Kelemahan
Star
·  Kontrol manajemen lebih mudah karena arus informasi terpusat.
·  Kegagalan atau kerusakan di salah satu node tidak akan menyebabkan node lainnya tidak berfungsi.
·  Kegagalan komunikasi akan mudah ditelusuri.
·  Kalau sentral node rusak maka semua node tidak akan berfungsi.
·  Bila node pusat berupa hub maka penambahan komputer akan mengakibatkan kecepatan akses menjadi berkurang.
Hirarchical
·  Kontrol manajemen lebih mudah karena terpusat dibagi dalam jenjang-jenjang.
·  Bila salah satu node rusak maka node jenjang di bawahnya tidak akan berfungsi.
·  Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukan kemana data dikirim atau kepada siapa transmisi ditujukan.
·  Perlu mekanisme khusus untuk mengatur transmisi terminal dalam jaringan
Loop
·  Semua node memiliki status yang sama.
·  Bila salah satu node rusak maka akan akan mempengaruhi node lainnya.
·  Pemasangan node baru akan menyebabkan gangguan pada sistem jaringan.
Bus
·  Bila salah satu node rusak tidak akan mengganggu node lainnya karena tiap node tidak berhubungan langsung tapi melalui bus.
·  Instalasi dan biaya relatief murah
·  Bila bus rusak, semua node tidak dapat berfungsi
·  Kontrol manajemen lebih sulit karena arus informasi tidak terpusat.
Ring
·  Sama dengan bus
·  Bila link rusak, semua node tidak berfungsi.
·  Kontrol manajemen menjadi sulit karena arus informasi tidak terpusat.
Web
·  Node yang satu dapat berhubungan dengan node lainnya secara bebas karena memiliki lebih dari satu link dan bila node yang lain masih  dapat berhubungan
·  Terlalu banyak link sehingga biaya mahal
·  Kontrol manajemen menjadi sulit karena arus informai tidak terpusat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar